Kehidupan merupakan sebuah fenomena yang kita jalani setiap hari selama nafas kita masih ada. Ada 3 hal yang dapat kita jadikan sebuah prinsip hidup agar kehidupan kita tidak kotasentris terhadap permasalahan kehidupan yang fana ini:
1. Ranah Pengaruh/Persuasif
Kita dapat mempengaruhi diri kita mau ke arah mana jalan hidupnya. Seseorang yang memiliki keinginan dan tujuan pasti posibilitas dan probabilitasnya juga akan selalu menjadi hal yang terus diperhatikan dalam mencapai kesuksesannya. Ibaratkan kita mengendarai sebuah sepeda motor, hanya kita yang dapat mengarahkan sepeda motor itu arahnya mau kemana. Begitupun dengan tujuan hidup kita.
2. Ranah Kepedulian
Setiap orang dapat memperdulikan setiap hal dalam kehidupan pribadi atau sosialnya. Akan tetapi, Kita hanya dapat peduli terhadap kehidupan sosial tapi kita tidak bisa merubahnya terlalu banyak. Walaupun begitu, kepedulian sangat penting untuk diterapkan didalam suatu ruang lingkup kehidupan kita. Kepedulian tumbuh karena adanya rasa ikhlas dari skema kognitif dan afektif yang kita miliki. Kita tidak bisa memaksakan untuk peduli jika kognitif dan afektif kita berlawanan, menolak dan tidak meminta untuk menimbulkan rasa kepedulian itu sendiri. Tapi kepedulian bisa dilatih dari rasa syukur yang kita miliki, kesadaran yang di kirimkan dari orang lain, atau dari social learning. Kepedulian juga perlu di sandingkan dengan kepercayaan. Analogi kepedulian Ibaratkan saat kita memboceng motor yang dikendarai teman kita, kita sama aja menyerahkan kehidupan kita sementara terhadap teman kita sebagai driver. Kita sesekali berhak untuk peduli mengingatkan untuk pelan-pelan, belok kiri, belok kanan, dsb. Tapi kepedulian itu tidak dapat merubah banyak. Kadang seorang driver punya pemikiran atau prespektif yang berbeda dari kita dan mungkin jauh lebih baik dari kita. Oleh karena itu, Tugas kita sebagai seorang yang membonceng boleh untuk peduli tapi akan lebih baik jika disertakan juga kepercayaan terhadap seorang driver. Seseorang yang ada pada ranah kepedulian tidak boleh stess, karena keputusan awal kita untuk percaya kepada diri kita atau orang lain harus tetap dipertanggung jawabkan. Jangan membuat stress hal yang sudah kamu pasrahkan atau tentukandari awal.
3. Ranah Perhatian
Seseorang yang mempunyai kestressan yang luar biasa tidak akan bisa merubah apapun. Kita tidak perlu menghabiskan energi untuk memikirkan hal yang begitu berat tapi bukan berati kita tidak harus melupakan perhatian terhadap suatu hal. Kalau kita ingin tetap memperhatikan, kita dapat mempelajarinya agar supaya menjadi sebuah pengalaman yang dapat dijadikan evaluasi untuk menempatkan pada Ranah pengaruh. Analoginya yaitu, ketika kita sedang mengendarai sepeda motor, dan ada orang ngebut naik motor disebelah kita kemudian orang tersebut jatuh. Kita tidak perlu untuk stress. Kita tidak usah terlalu jauh memikirkan suatu hal yang membuat otak kita menjadi stress. Kita cukup mempelajarinya saja, Misalnya dari orang yang mengendarai motor ngebut itu dan kemudian jatuh. Ada pelajaran yang bisa kita petik bahwa jika mengendari motor lebih baik hati-hati agar terhindar dari kecelakaan.
Komentar
Posting Komentar